Tampilkan postingan dengan label Famalehood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Famalehood. Tampilkan semua postingan
Salut! Ashanty Ajak Pengasuh Merasakan Bangku 'First Class'

Salut! Ashanty Ajak Pengasuh Merasakan Bangku 'First Class'

Salut! Ashanty Ajak Pengasuh Merasakan Bangku 'First Class'

SUDUT WANITA | Belum lama ini, pasangan Anang dan Ashanty mengumumkan keberangkatan mereka ke Tanah Suci bersama dengan ketiga anaknya, Aurel, Azriel, dan Arsya.

Tak hanya itu, Ashanty ternyata juga mengajak babysitter-nya, Suwarsih, untuk turut serta. Hebatnya lagi, Purwasih juga menikmati fasilitas kursi pesawat first class, berdampingan dengan Ashanty dan Arsy.

Hal itu diketahui dari foto yang di-posting di akun Instagram Suwarsih, @suwarsiha. Dalam foto tersebut, Suwarsih yang mengenakan pakaian serba putih duduk bersandar di bangku pesawat, bersebelahan dengan Ashanty yang mengenakan hijab hitam sambil memangku Arsy yang tertidur.

Hal ini pun mengundang berbagai pujian dari para netizen. Mereka menilai bahwa Suwarsih beruntung bisa bekerja dengan bos yang baik hati dan tak suka membeda-bedakan seperti Ashanty. Seperti komentar salah satu netizen di akun Instagram Suwarsih ini.
@janeagustina55, "Cuteng @suwarsiha ....betapa beruntungnya duduk di first class... matur nuwun Bunda @ashanty_ash dan Mas @ananghijau baik banget dan tulus hatinya.... semoga Allah SWT selalu memberi rejeki ya. Amin"

Read More
Kunci Hidup Bahagia, Kurangi Berasumsi Buruk

Kunci Hidup Bahagia, Kurangi Berasumsi Buruk

Kunci Hidup Bahagia, Kurangi Berasumsi Buruk

SUDUT WANITA | Konflik dan masalah datang tanpa diundang, tetapi mau tidak mau harus dibereskan.

Menjalani hidup yang penuh drama dan masalah yang tak kunjung selesai, terkadang bisa datang dari faktor luar atau pikiran sendiri.

Jadi, jangan biarkan hidup Anda berputar pada satu masalah ke masalah lainnya.

Simak uraian berikut mengenai bagaimana cara membuat hidup bebas drama:

Hindari bergosip

Gosip, untuk sebagian wanita sudah menjadi hobi yang adiktif. Anda perlu tahu bahwa sering membicarakan orang lain bisa membuat hidup dan pikiran menjadi lebih rumit.

Sebab, ketika sedang bergosip, otomatis Anda akan terbawa dalam suasana penuh drama orang lain sehingga Anda pun memberikan opini yang Anda pikir paling benar.

Hal yang demikian tanpa Anda sadari membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah.

Menurut Psychology Today, pendiri Lead from Within, Lolly Daskal, saat kita bergosip dan membicarakan orang lain, terjadi pembenaran moral yang dipaksakan terhadap diri sendiri.

Hal itu tak hanya berpengaruh pada diri sendiri, tetapi juga orang-orang di lingkungan sekitar.

Jangan terlalu sensitif

Terkadang, masalah kecil dalam hidup bisa menjadi sebuah drama tak berkesudahan, hanya karena Anda terlalu perasa dan sensitif.

Cobalah kuatkan hati dan berusaha untuk bisa lebih tidak peduli terhadap hal-hal yang hanya akan memberikan dampak negatif pada hidup Anda.

“Kenyataannya, semua orang akan mengatakan segala hal yang ingin mereka katakan. Jika pada dasarnya dia adalah orang yang berengsek, maka segala yang dia katakan dan lakukan pun berengsek. Sebaliknya, jika dia adalah orang yang baik, maka dia pun akan selalu membuat orang lain merasa baik,” jelas Carol Morgan, PhD.

Jadi, saat mendengar ucapan kurang pantas dari orang lain pada Anda, ingat saja, yang salah itu bukan Anda, melainkan orang tersebut yang pada dasarnya tidak mempunyai etika dan tidak mengerti sopan santun.

Berhentilah berasumsi

“Manusia memiliki kecenderungan untuk berpikiran negatif. Sebab, pikiran kita memang memiliki pola yang bias. Pikiran dan asumsi, bisa jadi salah, bisa juga benar. Kesalahan yang kita lakukan adalah begitu saja percaya tanpa mengevaluasi mengenai asumsi itu berdasarkan fakta dan alasan yang nyata,” urai Chamin Ajian, MS, LCSW, ACT, seorang terapis perilaku kognitif manusia.

Kunci hidup bahagia, kata Ajian, mengurangi kebiasaan berasumsi dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.
Read More
4 Manfaat Ngemil Sebelum Tidur

4 Manfaat Ngemil Sebelum Tidur

4 Manfaat Ngemil Sebelum Tidur

SUDUT WANITA | Bagi mereka yang sedang dalam proses diet ketat, makan malam pasti jadi waktu makan yang paling dihindari. Soalnya, selama ini diyakini bahwa makan malam akan membuat tubuh menggemuk. Padahal, makan malam tidak semerta-merta membuat Anda gemuk.

Bahkan, penelitian baru menunjukkan potensi manfaat jika Anda makan pada malam hari, selain dapat mengencangkan otot dan meningkatkan metabolisme tubuh. Lalu, apa saja manfaat makan atau mengudap di malam hari? Berikut ulasannya:

1. Menambah massa otot. Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun lalu di Medicine & Science in Sports & Exercise, para ilmuwan di Belanda menemukan bahwa mengonsumsi kasein (protein yang terdapat dalam susu) setelah olahraga 30 menit sebelum tidur malam bisa meningkatkan sintesis protein pada pria.

2. Metabolisme tubuh yang lebih cepat. Sebuah studi dari Florida State University menemukan bahwa ketika orang yang sehat biasa makan sekitar 150 kalori pada malam hari, dengan komposisi makanan yang terdiri atas protein atau karbohidrat. Hasilnya, mereka memiliki tingkat metabolisme lebih tinggi di pagi hari daripada ketika tidak mengonsumsi apa-apa sebelum tidur.

3. Tidak menjadi kelaparan. Mengudap camilan sebelum tidur dapat mengurangi rasa lapar pada pagi hari, dan meningkatkan rasa kenyang menjelang waktu makan berikutnya, demikian menurut penelitian dari Florida State University. Apapun jenis makanan yang dikonsumsi pada malam hari tidak masalah, tetapi sebaiknya mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi, seperti biskuit dan keju, roti gandum dengan selai kacang, yogurt dengan buah-buahan, atau pisang.

4. Berat badan yang rendah. Mengonsumsi sereal mungkin menjadi cara yang ideal untuk mengakhiri hari Anda. Dalam sebuah penelitian dari Wayne State University, orang yang makan sereal sebelum tidur mampu menurunkan berat badan sekitar 2 kg dalam empat minggu, sedangkan mereka yang tidak mengonsumsinya hanya kehilangan sekitar 0,2 kg.
Read More
Kiat Tanggapi Teman Media Sosial yang “Lebay” Beropini soal Politik

Kiat Tanggapi Teman Media Sosial yang “Lebay” Beropini soal Politik

Kiat Tanggapi Teman Media Sosial yang “Lebay” Beropini soal Politik

SUDUW WANITA | Media sosial atau jejaring sosial telah menjadi sarana alternatif untuk para pendukung dan simpatisan paslon pilkada dalam mengekspresikan ragam pendapat sekaligus curahan hati.

Tak bisa dimungkiri, terkadang ada beberapa netizen yang berlebihan dalam menyuarakan opini sehingga terbentuklah sikap diskriminatif dan bermusuhan pada mereka yang dianggap tidak sepaham.

Adu argumen pada media sosial memang tidak ada garis batas yang jelas. Ibarat pertandingan tinju tanpa kehadiran wasit. Sangat berbahaya.

Kondisi ini pun, suka tidak suka, bisa menyebabkan banyak orang stres, tertekan, atau terintimidasi.

Anda yang ingin terhindar dari efek buruk kebebasan berekspresi tanpa aturan di media sosial, berikut tiga langkah yang bisa Anda terapkan dalam keseharian:

Seleksi teman di media sosial
Anda tidak mau menghapus beberapa teman yang cenderung menebar kebencian di media sosial, maka Anda bisa menyeleksi mana teman yang tampil mengisi timeline media sosial.

Pada media sosial Facebook, Anda bisa menggunakan fitur “Unfollow” untuk menghentikan aliran informasi dari teman tersebut pada timeline. Lalu, pada Twitter, Anda bisa mengaktifkan fitur “mute” pada teman tersebut.

Baca buku saja
Anda mungkin sudah melupakan betapa menenangkannya membaca buku dengan topik favorit Anda.

Ambil buku bacaan ringan yang bisa mengundang tawa, ketimbang membuka media sosial yang Anda tahu hanya akan membuat pikiran semakin stres dan emosional.  Sayangi diri Anda.

Hapus aplikasi media sosial dari ponsel
Anda tak perlu selalu terhubung dengan media sosial 24 jam, terutama jika media sosial Anda tidak Anda gunakan untuk bekerja dan kegiatan profesional lainnya.

Jadi, jika Anda bisa, hapus saja aplikasi media sosial dari ponsel Anda untuk mengurangi beban pikiran dan pengaruh emosional yang tidak penting.

Mengahapus media sosial setidaknya memberikan ruang bernapas untuk Anda tidak melihat atau membaca segala berita dan status mengandung kepetingan politik yang menebarkan kebencian.
Read More
Terkadang, Bersyukur Tak Perlu Diucapkan tapi Ditulis

Terkadang, Bersyukur Tak Perlu Diucapkan tapi Ditulis

Terkadang, Bersyukur Tak Perlu Diucapkan tapi Ditulis

SUDUT WANITA | Tantangan, pekerjaan, dan hubungan asmara bisa membuat tumpukan stres terus meningkat setiap hari.

Tak sedikit dari kita yang tanpa sadar membiarkan stres itu tidak terselesaikan dan mengendap dalam pikiran serta hati Anda.

Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa 42 persen orang Amerika Serikat yang mengalami stres menderita kurang tidur malam.

Selain itu, stres juga memengaruhi hubungan asmara dan keluarga karena konflik kecil yang tidak terselesaikan.

Oleh karena itu, jangan biarkan stres mengambil kendali dalam hidup Anda dan menghancurkan segala yang telah Anda bangun.

Menurut Shawn Achor, penulis The Happiness Advantage, hal yang sering dilupakan banyak orang yang tidak bisa mengelola stres adalah bersyukur.

Achor mengatakan bahwa bersyukur tidak selalu ketika Anda sedang mengalami kebahagiaan tetapi juga saat mendapatkan kesulitan.

“Anda tidak perlu mengucapkan rasa syukur kencang-kencang, tetapi Anda bisa menuliskannya dalam sebuah agenda, jangan di media sosial,” jelas Achor.

Tuliskan secara deskriptif segala hal yang Anda syukuri.

“Jangan hanya secara umum, seperti misalnya bersyukur karena sahabat, keluarga, dan kerja, tetapi lebih detil tentang kebahagiaan dan tawa saat bersama sahabat, bertemu orang baik saat rapat kerja, dan sebagainya,” urainya.

Menurut periset pada Univesity of California, kelompok responden yang pesimis menjadi lebih optimis usai latihan menuliskan rasa syukur setiap hari selama tiga minggu.

“Sekali Anda melakukannya, Anda akan memikirkan semua hal-hal yang patut disyukuri, meski kecil. Otak Anda tidak bisa memonitor semua hal baik dan buruk dalam satu waktu, luangkan waktu untuk mengingat,” pungkasnya.
Read More
Usia Anda 26 Tahun? Ini yang Harus Segera Anda Lakukan

Usia Anda 26 Tahun? Ini yang Harus Segera Anda Lakukan

Usia Anda 26 Tahun? Ini yang Harus Segera Anda Lakukan

SUDUT WANITA | Anda yang sekarang berusia di fase 20-an, maka hasil penelitian punya kabar baik untuk Anda.

Sebuah penelitian menarik dikembangkan oleh peneliti kognitif, Tom Griffith, dan seorang jurnalis sains dan penulis buku Algorithms to Live By: The Computer Science of Human Decision, Brian Christian.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa usia 26 tahun merupakan usia terbaik untuk menikah.

Griffith mengatakan bahwa usia 26 tahun, kebanyakan orang telah mencapai 37 persen menjalani semua rencana dan impian.

Oleh karena itu, pada usia 26 sangat tepat untuk memutuskan pilihan besar berdasarkan pengalaman serta informasi yang telah Anda kumpulkan.

Selain itu, pada usia tersebut, penelitan menyimpulkan seseorang telah matang dalam memilih dan menjalani proses seleksi.

Jadi, potensi Anda untuk memutuskan pilihan terbaik sangat besar.

Sebab, Anda tidak memutuskan terlalu cepat, Anda telah melalui proses argumentasi, dan pilihan untuk Anda sudah mengalami penurunan.

Lalu, apabila Anda menunggu terlalu lama untuk menikah dan melewati usia 20-an, maka pilihan semakin terbatas dan bisa jadi tidak ada yang tersisa untuk Anda.

Penelitian menyebutkan bahwa proses memilih pasangan biasa terjadi di usia 22 tahun. Nah, ketika Anda mencapai 26 tahun, studi memperkirakan Anda sudah cukup matang mengambil keputusan.  
Read More
Ini Tujuh Makanan Pencegah Kanker Payudara

Ini Tujuh Makanan Pencegah Kanker Payudara

Gaya Wanita | Penderita kanker tidak terbatas pada jenis kelamin atau pun usia. Penyebab kanker rata-rata karena faktor genetik, karsinogen, dan juga gaya hidup.

Faktor terakhir, alias gaya hidup, dianggap berpengaruh besar sebagai penyebab kanker.

Banyak yang percaya bahwa membiasakan hidup sehat mampu mengurangi resiko terkena kanker. Beberapa makanan seperti minyak ikan dipercaya dapat mencegah timbulnya kanker.

Ini Tujuh Makanan Pencegah Kanker Payudara


Berikut ini tujuh jenis makanan yang membantu melawan kanker payudara seperti dilansir dari laman Daily Mail:

Sayuran cruciferous

Sayuran yang masuk dalam kelompok ini terkenal akan kandungan glucosinolate, yaitu kandungan kimia belerang yang menyebabkan timbulnya rasa pahit dan aroma kuat dari sayuran keluarga cruciferous. Kandungan kimia yang dihasilkan bisa membantu mencegah resiko kanker. Sayuran yang masuk dalam kelompok ini adalah bawang putih, bawang bombay, kubis.

Sayuran berdaun hijau

Lutein dan Zeaxanthin yang ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kol membantu mencegah resiko kanker payudara.

Tomat

Tara Whyand, ahli onkologi dan diet menjelaskan bahwa mengkonsumsi buah seperti tomat yang kaya akan lycopene bisa membantu mengurangi resiko kanker.

Buah dan sayuran

Buah dan sayuran kaya akan vitamin dan antioksidan, seperti vitamin C,E, dan folat. Cobalah untuk tetap mengkonsumsi buah dan sayuran minimal 400gram per hari.

Ikan 

Hasil studi menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi asam lemak tak jenuh ganda dari ikan seperti salmon dan tuna beresiko lebih sedikit terkena kanker.

Minyak zaitun

Minyak zaitun kaya akan antioksidan dan phytonutrients. Antioksidan terkenal mengurangi oksidasi dalam tubuh yang bisa menyebabkan radikal bebas pemicu kanker.

Kedelai

Ragam olahan kedelai seperti kacang edamame, tofu, miso, susu kedelai kaya akan fitoestrogen. Institut Kanker Nasional di Amerika Serikat menemukan bahwa wanita dengan diet kaya soya beresiko lebih sedikit terkena kanker payudara jika dibandingkan dengan mereka yang menjalani diet rendah soya.
Read More