Tampilkan postingan dengan label Parentopedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parentopedia. Tampilkan semua postingan
Trik Jemur Pakaian Agar Cepat Kering & Tak Apek Di Musim Hujan

Trik Jemur Pakaian Agar Cepat Kering & Tak Apek Di Musim Hujan

Trik Jemur Pakaian Agar Cepat Kering & Tak Apek Di Musim Hujan


SUDUT WANITA | Di musim hujan ini semua pasti akan mengeluhkan soal cucian yang tak kunjung kering. Hujan yang turun setiap hari tentu membuat pakaian yang sedang dijemur susah kering dan jadi apek karena tidak kering dengan sempurna. Ini jelas akan jadi nightmare Ladies. Berikut ini Vemale akan coba hadirkan beberapa cara untuk membuat jemuran bisa kering lebih cepat di musim hujan seperti sekarang.

  • Tips pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggantung pakaian di dalam ruangan. Biarkan pakaian kering tertiup angin. Jauhkan dari tetesan air.
  • Kamu juga disarankan untuk menjemur pakaian di dalam kamar mandi saja Ladies, Biarkan air dari pakaian menetas di kamar mandi. Ini tak akan mengotori rumah. Setelah air sudah tak ada baru angin-anginkan di tempat yang sirkulasi udaranya bagus.
  • Jika kamu mencuci manual dan tak menggunakan mesin cuci maka sebelum menjemur pastikan kamu memeras air pada pakaian sampai benar-benar kering sebelum menggantungnya.
  • Saat menjemur baju dalam rumah pastikan tidak ada bau yang kurang sedap yang bisa mempengaruhi baju-baju. Untuk menyiasatinya kamu bisa menyalakan lilin aroma terapi.
  • Menjemur di dalam rumah seringkali semakin meresahkan karena bau apek yang disebabkan oleh bakteri yang tumbuh karena ruangan terlalu lembab. Untuk menyiasatinya kamu bisa meletakkan garam di sudut rumah untuk menjaga kelembaban.
  • Satu hal yang paling penting yang harus kamu perhatikan adalah pastikan ada udara segar yang mengenai baju. Bukalah jendela agar udara bisa masuk dan mengeringkan pakaian yang sedang dijemur. Bau apek yang menempel juga akan hilang dengan sirkulasi udara yang bagus. Pakaian pun akan lebih cepat kering.


Di musim hujan seperti ini memang sangat dibutuhkan trik agar pakaian tetap bisa kering meskipun tidak terkena sinar matahari. Semoga informasi ini bermanfaat ya Ladies. Selamat mencoba.
Read More
Simpan Tali Pusat Bayi, Ternyata Bisa Jadi Obat Lho Di Masa Depan

Simpan Tali Pusat Bayi, Ternyata Bisa Jadi Obat Lho Di Masa Depan

Simpan Tali Pusat Bayi, Ternyata Bisa Jadi Obat Lho Di Masa Depan


SUDUT WANITA |  Saat anak dilahirkan pasti mereka membawa tali pusatnya, biasanya para orangtua pun mengubur dan diberi lampu. Padahal, jangan terburu-buru untuk menguburnya, sebab tali pusat tersebut memiliki jutaan sel punca atau stem cell yang bisa dipakai bagi ibu dan bayi di masa depan.

Saat mereka menderita suatu penyakit yang membutuhkan terapi pengobatan sel punca, mereka bisa mengambilnya dari darah tali pusatnya.

Boy Abidin, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading menyebutkan bahwa sangat penting mulai saat ini untuk menyimpan darah tali pusat, sesaat setelah melahirkan sebagai investasi biologis.

"Begitu bayi lahir, tali pusat dipotong, lalu kita kumpulkan darah segar dari situ. Darah itulah yang mengandung sel-sel yang nantinya akan dibutuhkan manusia di masa yang akan datang. Dia bisa disuntikkan kepada ibu, saat ibu sakit di kemudian hari atau anaknya, saudara kandung bahkan ayah, isa membentuk sel baru yang sudah rusak," ungkap dr. Boy dalam talk show yang diadakan Cordlife.

Hal serupa pun disampaikan dr. Meriana Virtin, Medical Advisor Cordlife sebagai Bank Penyimpanan Darah dan Membran Tali Pusat Bayi pertama di Indonesia mengatakan, penyimpanan sel punca pada darah tali pusat telah berhasil membantu terapi pengobatan berbagai penyakit seperti Leukemia, Anemia Aplastik, Neuroblastoma dan lain-lain.

Penelitian yang masih berlanjut juga menunjukkan bahwa sel punca dapat membantu terapi pengobatan lebih banyak penyakit di masa depannya.

"Karena itu, penyimpanan darah tali pusat tidak boleh dianggap remeh. Karena menyimpan banyak manfaat, sel punca dari tali pusat harus disimpan dengan hati-hati. Karena ini investasi jangka panjang, penyimpanannya bisa berpuluh-puluh tahun," tambahnya.

Bahkan, pengambilannya pun tidak sakit dan sangat simpel. Tak hanya untuk penyakit berbahaya saja, tali pusat ini dapat dijadikan obat kecantikan seperti meremajakan kulit kamu.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih bank penyimpanan darah tali pusat? Dr. Meriana memaparkan, bank tersebut haruslah terpercaya dan memiliki izin. Hal ini tentu untuk memastikan darah tali pusat bayi kamu yang disimpan aman ketika ingin digunakan untuk terapi pengobatan saat dibutuhkan.

Cordlife misalnya, menyimpan sel punca tali pusat dalam Cyrotank yang menggunakan nitrogen cair dengan suhu stabil 196 derajat Celcius. Penyimpanan sel punca darah tali pusat sendiri dalam kondisi yang baik dan suhu terjaga dapat bertahan hingga 23 tahun bahkan lebih.

"Banyak orang berpikir biayanya sangat mahal. Padahal kamu hanya membayar kurang lebih Rp 1 juta per-tahunnya," tutupnya.
Read More
Ibu, Tak Salah Jika Engkaulah Yang Menggenggam Kunci Surga

Ibu, Tak Salah Jika Engkaulah Yang Menggenggam Kunci Surga

Ibu, Tak Salah Jika Engkaulah Yang Menggenggam Kunci Surga


SUDUT WANITA | Tiga hari ini saya tidak menulis tapi membaca. Karena menulis tanpa membaca seperti menyanyi tanpa meniti tangga nada. Sumbang tiada harmoni di dalamya. Dan tiga hari ini saya belajar membaca bukan hanya dengan pupil mata untuk melihat, tapi juga dengan teropong hati untuk berempati. Tiga hari ini pun saya membaca bait-bait syair kehidupan manusiawi yang tak terperi. Syair kehidupan para perempuan terdzolimi yang berhasil berdiri tegak dengan berbagai upaya, cara dan jalan mereka sendiri - sendiri.

Perempuan pertama bercerita, "Bukan sekali, bukan 17 kali, tapi sudah 'ping seket buntet' aku dikhianati sampai akhirnya aku mendapatkan persetujuan dari anakku satu - satunya untuk melepaskan diriku dari mantan suami." Lalu perempuan kedua bercerita tak mau kalah, "Pagi ini, mantan suamiku mengancam, mengintimidasi dan menerorku kembali. Dia hendak merebut hak asuh anak-anak dariku, untuk kemudian diberikan pada keluarga mapan yang mau mengadopsi."

Melanjutkan ceritanya, perempuan pertama berceloteh, "Mantan suamiku, tiga kali kupergoki di hotel bersama tiga wanita yang berbeda dan tiga kali pula aku mengampuninya. Kenapa? Anak laki-lakiku tak mau kehilangan ayahnya dan malu menjadi anak broken home. Sampai akhirnya, anakku menyadari sendiri bahwa dia pun tak pernah menjadi nomor satu bagi ayahnya. Bahkan hanya berada di nomor kesekian di hati dan pikiran ayahnya. Akhirnya dia memintaku untuk berpisah dari ayahnya." Perempuan kedua kembali berkeluh kesah, "Dia kembali, setelah gagal dalam hubungannya dengan perempuan yang telah membuatnya meninggalkanku dan ketiga anak-anak kecil kami. Dan kini justru dia kembali untuk merebut anak-anak lalu memberikan mereka kepada keluarga kaya untuk diadopsi."

Bacaan akan syair kehidupan para perempuan, para ibu, para janda yang diperlakukan sedemikian 'asal dan sembarangan' oleh para mantan suaminya. Mereke awalnya berjanji sehidup semati mengarungi samudera kehidupan ini. Namun, kenyataan di tengah perjalanan, perubahan yang sangat bertolak belakang terjadi. Para laki-laki, para suami dan para ayah yang diharapkan menjadi pemelihara, pelindung dan pahlawan pembela, berubah menjadi 'momok' menakutkan bagi istri dan anak-anak mereka.

Yang saya ceritakan barulah dua contoh syair kehidupan yang dalam tiga hari ini. Makna yang harus dipahami dari kedua cerita di atas masih sangat samar terbaca. Namun setidaknya ada satu pesan kuat yang tersampaikan kepada saya, bahwa mereka adalah perempuan-perempuan yang kuat menjalani ujian terberat kedua setelah kelahiran anak-anak mereka. Lebih kuat dari apa yang selama ini dibayangkan oleh saya, sebagai laki-laki dan sekaligus duda beranak dua.

Pantas jika kepada para perempuan disematkan 'kunci surga' bagi anak-anak mereka. Namun masih saja banyak laki-laki yang justru menciptakan 'neraka' bagi mereka. Walau kenyataannya kemudian, para perempuan itu bisa keluar dari 'neraka' yang diciptakan untuk mereka dengan tetap kuat dan tegar  bersama anak-anaknya. Maka belajarlah kepada para perempuan, para ibu, para pejuang yang rela menahan panasnya 'neraka' dunia, lalu keluar selamat darinya dengan berbagai macam pedih dan luka. Karena di dalam hatinya mereka selalu menggenggam 'kunci surga' bagi diri mereka sendiri, yakni anak-anaknya.
Read More
Kita Belumlah Dewasa Bila Masih Melukai Hati Orang Tua

Kita Belumlah Dewasa Bila Masih Melukai Hati Orang Tua

Kita Belumlah Dewasa Bila Masih Melukai Hati Orang Tua

SUDUT WANITA | Pernahkah kamu bertengkar dengan orang tua? Mungkin gara-gara sesuatu hal, kamu berdebat hingga berselisih dengan orang tuamu. Karena ego dan emosi, bahkan kamu membentak dan meninggikan nada suaramu.

Orang tua kita mungkin memang tak sempurna. Ada hal-hal yang mungkin tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Namun, bertengkar dengan orang tua, sungguh pada akhirnya kita hanya akan saling melukai saja.

Kadang Kita Terlalu Sibuk Jadi Dewasa Hingga Mengabaikan Orang Tua
Iya, semakin bertambah usia maka semakin banyak persoalan dan tanggung jawab yang kita miliki. Kita sibuk dengan semua hal soal perkara jadi dewasa. Tapi kita malah mengabaikan orang tua. Ah, ini juga nasihat untuk diri sendiri. Kadang kita merasa diri kita lebih sibuk dan banyak hal penting yang butuh perhatian kita daripada "sekadar" memperhatikan orang tua. Kita seolah merasa sudah jadi orang yang paling hebat sampai lupa kalau di belakang kita selalu ada orang tua yang selalu mendoakan kebaikan kita.

Banyak yang Sudah Dikorbankan oleh Orang Tua Tapi Kita Tak Menyadarinya
Luangkan waktumu sejenak, ingat lagi semua pengorbanan yang pernah dilakukan orang tua hanya untukmu. Meski mereka bukan orang tua sempurna di dunia tapi pengorbanannya sungguh sudah tak terkira. Kita tak pernah tahu sudah berapa banyak luka dan derita yang rela mereka terima untuk membuat kita bahagia. Dan kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri.

Orang Tua Kita Sebenarnya Tak Menuntut Apa-Apa
Sungguh kita belumlah dewasa kalau masih saja sering melukai hati orang tua. Kita masih sering bertengkar, berdebat, dan menyakiti hati serta perasaannya. Padahal orang tua kita sebenarnya tak menuntut apa-apa. Mereka hanya ingin kita bahagia. Mereka cuma mau melihat kita sukses. Cuma memang kadang karena ego pribadi, kita merasa jadi orang yang paling hebat. Merasa sudah di awang-awang dan tak butuh orang tua kita lagi. Dan kita melupakan kenyataan bahwa orang tua kita juga bertambah tua.

Semoga Kita Punya Cukup Waktu untuk Setidaknya Membuat Orang Tua Kita Tersenyum
Sungguh tak bisa rasanya kita membalas semua cinta dan kasih sayang orang tua kita. Tak mungkin kita bisa memberikan pengorbanan sebesar pengorbanan yang mereka berikan untuk kita. Tapi semoga kita masih punya cukup waktu untuk setidaknya membuat orang tua bahagia. Meski itu hanya sebatas membuat mereka tersenyum.

Ladies, semoga seiring dengan makin dewasanya kita maka kita bisa lebih banyak mencurahkan perhatian pada orang tua. Kita doakan selalu orang tua bisa berumur panjang, sehat selalu, dan mendapat curahan berkah yang tanpa batas.
Read More
Cara Mengembangkan Sikap Positif pada Anak

Cara Mengembangkan Sikap Positif pada Anak


SUDUT WANITA | Sebagai orangtua, kita perlu mendidik anak secara baik agar tumbuh menjadi aktif, cerdas, dan memiliki masa depan cemerlang. Karena itu, Anda perlu simak pemaparan berikut ini guna membantu anak agar lebih aktif, penuh perhatian, bertanggung jawab, dan lebih terorganisir.

Cara Mengembangkan Sikap Positif pada Anak yang dilansir Boldsky

1.  Mintalah bantuan kepadanya

Sesekali, Anda perlu memberi kesempatan kepada anak untuk membantu atau membiarkan dia membereskan mainannya sendiri. Hal ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab pada diri anak.

2. Ajak anak fokus pada satu hal

Ketika minta anak untuk membereskan mainan yang berantakan, Anda perlu mematikan televisi terlebih dulu. Hal ini bermanfaat membuat anak fokus pada satu pekerjaan.

3. Disiplin pada kebersihan

Anda perlu mengajak anak menyikat gigi dua kali dalam satu hari. Anda harus melakukan hal ini secara rutin agar kelak anak terbiasa.

4. Bermain bersama anak

Anda bisa mengisi hari libur dengan bermain bersama anak. Selain bermain, Anda juga bisa mengajak anak untuk olahraga bersama.

5. Hindari keluhan dan amarah

Sebagai orangtua, Anda perlu bersikap lebih tegas kepada anak. Selain itu, jadilah orangtua yang menyenangkan agar anak mau mendengarkan nasihat Anda.

Sekedar tambahan, cara membangun sikap positif pada diri anak adalah dengan menghargai anak itu sebagai seorang pribadi. Cara ini dapat memperkuat tingkah lakunya yang baik. Anak-anak memerlukan lebih banyak dorongan untuk melakukan perbuatan positif, bukan kritikan terhadap perbuatan yang negatif. Anak-anak perlu ditolong supaya tahu apa yang benar, jika melakukan kesalahan (kenakalan anak) kita tunjukkan bagaimana seharusnya yang benar untuk dilakukan. Pujian dan dukungan semangat sangat efektif dalam mendorong anak- anak untuk melakukan apa yang benar.
Read More
Pingin Anak Bahagia, Ajak Mereka Bermain di Luar Rumah!

Pingin Anak Bahagia, Ajak Mereka Bermain di Luar Rumah!


SUDUT WANITA | Bermain di luar ruangan merupakan salah satu kebutuhan anak. Manfaat yang didapat tak hanya fisik anak lebih sehat, tetapi juga keterampilan sosialnya berkembang. Kalau perlu, sempatkan mengajak anak ke tempat wisata edukatif.

Menurut psikolog Anna Surti Ariani, orangtua harus memperhatikan keselarasan lima hal penting dalam masa tumbuh kembang anak. "(Kelima hal itu adalah) aspek fisik, kemampuan kognitif, kemampuan bahasa, emosi, dan keterampilan sosial," kata dia, di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Berbicara dalam seminar parenting Dunia Sahabat SGM Eksplor, Anna menyampaikan, keterampilan sosial anak perlu dilatih sebagai salah satu modal dasar dalam kehidupan. Untuk menguasai keterampilan ini, ujar dia, awali dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya sehingga anak tumbuh sehat.

Anak yang sehat tidak gampang sakit dan memiliki perkembangan IQ yang baik. Dengan kondisi itu, anak lebih tahan menghadapi stres dan mampu mengatur emosinya.

Bila memiliki keterampilan sosial tinggi, anak akan lebih mudah diterima siapa pun, dapat menyelesaikan masalah, mampu mengasah berbagai keterampilan hidup lain, dan mengurangi kesulitan di sekolah.

Keterampilan sosial yang perlu dikuasai anak sejak dini, sebut Anna, antara lain berteman dan bekerja sama, menyelesaikan pertengkaran, peduli terhadap kawan yang sakit atau kekurangan, marah tanpa mengganggu orang lain, serta sabar mengantre dan mengikuti peraturan.

Dalam acara  serupa beberapa waktu lalu, Anna mengingatkan pula bahwa orangtua menjadi penentu dalam proses pengembangan keterampilan sosial anak ini. "Karena ayah ibunya menjadi contoh pertama anak dalam bergaul sehat," kata dia, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (27/9/2016).

Meski demikian, kata Anna, mengajarkan kemampuan sosial pada anak juga butuh proses dan kesabaran. "Harus dipahami bahwa anak usia 1-3 tahun memang masih sulit berbagi dan tidak banyak bicara satu sama lain. Terkadang mereka juga takut bertemu orang baru," ujar dia.

Baru pada usia 4-6 tahun, lanjut Anna, kemampuan emosi dan sosial anak semakin berkembang. Pada usia ini, anak sudah lebih bisa mengontrol diri dan tidak meledak-ledak. Ciri lainnya adalah anak mulai senang humor dan berimajinasi, bisa bergiliran dan bekerja sama, serta sudah paham apa yang dirasakan teman lain.

"Pada akhirnya anak yang pandai bersosialisasi akan lebih menikmati hidup dan jadi anak bahagia," tegas Anna.

Terkait nutrisi, dokter spesialis gizi Dian Permatasari menyampaikan, pengoptimalan gizi sejak dini penting bagi proses tumbuh kembang anak hingga dewasa. "Agar tumbuh kembang anak berjalan optimal sesuai perkembangan usianya," ujar dia.
Ajak bermain

Karenanya, mendorong anak lebih sering lagi bermain bersama teman-teman seusia menjadi penting. Terlebih lagi, saat ini anak dikelilingi berbagai peranti teknologi yang membuat mereka enggan bermain ke luar rumah bersama teman-teman seusia.

“Tak hanya menjaga anak tetap aktif dan sehat, bermain juga menjadi wadah untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Beraktivitas bersama teman akan menciptakan memori masa anak-anak berharga yang bisa mereka kenang ketika sudah dewasa,” ucap Sam Johnson dari JCB Kids, seperti dikutip dailymail.co.uk, Kamis (11/4/2013)

Johnson pun mengimbau orangtua untuk mendorong anak melakukan kegiatan di luar rumah. Orangtua, kata dia, perlu menciptakan kesempatan beraktivitas di luar yang imajinatif, aman, dan dapat mendukung jiwa berpetualang anak.

Penelitian yang dilakukan JCB Kids pada 2013 mendapati, anak-anak hanya menghabiskan 5 jam 32 menit untuk beraktivitas di luar rumah, sepanjang Senin sampai Jumat, alias kisaran satu jam per hari. Barulah pada akhir pekan, lanjut riset yang melibatkan 2.000 orangtua sebagai responden itu, anak-anak bermain di luar rumah selama 4 jam 32 menit.

Riset tersebut mengungkap pula, 43 persen orangtua mengaku anak-anaknya lebih memilih menonton televisi daripada bermain di luar bersama teman-teman seusianya. Lalu, 42 persen orangtua lain mengatakan sang buah hati lebih suka bermain games di komputer.

Untuk mendorong anak lebih tertarik bermain di luar rumah, orangtua bisa mengajak mereka dulu ke tempat wisata edukatif. Setidaknya, tempat-tempat itu memang dirancang untuk memancing minat anak bermain.

Tempat-tempat wisata edukatif seperti itu banyak bertebaran di kawasan Jabodetabek. Sebut saja di antaranya, Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara di Cibubur, Scientia Square Park di Gading Serpong, dan Kampung Budaya Sindangbarang di Bogor.

Khusus di Jakarta, pada 24-26 Februari 2017 juga berlangsung acara "Dunia Sahabat SGM Eksplor" di Kota Kasablanka. Ada empat wahana di sini yang bisa menjadi lokasi anak bermain bersama teman-teman seusianya, yaitu “Dunia Samudera”, “Dunia Safari”, “Dunia Langit”, dan “Dunia Berkebun”.

Di keempat "dunia" tersebut, anak dapat melakukan beragam kegiatan dengan dukungan teknologi interaktif mutakhir. Di “Dunia Samudera”, misalnya, anak belajar tentang kehidupan bawah laut. Mereka bisa mewarnai dan melihat ikan yang sudah diwarnai itu berenang di akuarium digital.

Si kecil juga bisa mempelajari proses tanaman tumbuh di "Dunia Berkebun". Mereka akan bercocok tanam memakai tumbuhan asli di wahana ini. Adapun "Dunia Langit" memberikan kesempatan anak belajar soal cuaca juga proses terjadinya hujan.

Kalau anak-anak lebih suka aktivitas luar ruangan penuh tantangan fisik, "Dunia Safari" bisa dituju. Ada permainan seperti flying fox dan engklek digital didapatkan di sana. Menurut Anna, permainan seperti flying fox dapat mengajari anak budaya mengantre dan bersabar menanti giliran.

Selain kegiatan untuk anak, acara tersebut menggelar pula seminar parenting pada Jumat (24/2/2017). Agenda ini selalu ada setiap kali gelaran Dunia Sahabat SGM Eksplor berlangsung. Orangtua bisa berkonsultasi dengan psikolog dan pakar nutrisi di booth ini.

Ayo, ajak anak menikmati keseruan aktivitas di luar rumah!
Read More